• All Post

Cara Aman bertransaksi Rumah Over Kredit

Tips Rumah Over Kredit Dengan Aman

Bagaimanakah bertransaksi Rumah Over Kredit yang Aman?

Properti.club – Siang ini Zaky merasa betul-betul linglung dan putus cita-cita sesudah pulang dari BTN. Tadinya ia bertujuan untuk mengambil orisinil akta rumahnya, yang telah dibelinya secara mengkredit dari orang lain. Fauzi sudah membayar cicilan kredit pemilikan rumah hal yang demikian selama 10 tahun terakhir.

Tips Rumah Over Kredit Dengan Aman Rumah Over Kredit Cara Aman bertransaksi Rumah Over Kredit Tips Rumah Over Kredit Dengan Aman
Tips Rumah Over Kredit Dengan Aman

Tapi pada saat tiba pelunasan dan ia akan mengambil orisinil akta rumah hal yang demikian, pihak BTN menolak untuk memberikan orisinil akta atas rumahnya. Usut punya usut, rupanya Fauzi tak mempunyai dokumen apa saja yang menceritakan bahwa ia merupakan orang yang melanjutkan angsuran pembayaran rumah yang dulunya di beli atas nama Rozak. Atau dengan kata lain, Zaky mengoper kredit rumah hal yang demikian dari Rozak.

Antara Zaky dan Rozak cuma dibuatkan suatu kwitansi lunas. Pihak BTN konsisten berkeras cuma akan memberikan orisinil akta tanah hal yang demikian terhadap Rozak. Sulitnya lagi, Zaky kini telah tak tahu dimana eksistensi Amir.

Gambaran hal yang demikian acap kali terjadi pada masyarakat sebab kurangnya pengetahuan mengenai seluk beluk Rumah Over Kredit. Banyak yang menganggap bahwa dengan bukti lunas Rumah Over Kredit antara pembeli dan penjual saja telah beres. Tapi mereka lupa bahwa dalam jual beli secara kredit atau angsuran, tak cuma melibatkan pemilik rumah saja, tapi juga melibatkan bank sebagai pemilik jaminan atas tanah dan bangunan yang dimaksud. Untuk itu, tentu saja ada “hukum main” dalam koridor regulasi yang seharusnya dipenuhi oleh para pihak yang akan menjalankan transaksi Rumah Over Kredit yang dimaksud.

Pelaksanaan Rumah Over Kredit

Pelaksanaan Rumah Over Kredit yang dibeli secara KPR (Kredit Pemilikan Rumah) di dunia perbankan (salah satu umpamanya yang dibahas berikut ini yakni di Bank Tabungan Negara – BTN), lazimnya dijalankan dengan 2 sistem, yakni:

A. Proses Rumah Over Kredit Langsung Melewati BTN

Proses Rumah Over Kredit langsung lewat BTN yakni oper kredit secara legal, dengan sistem mengerjakan “Alih Debitur”. Caranya yakni sebagai berikut:
1. Para pihak bisa segera menghadap ke komponen kredit administrasi di BTN, atau ke customer service dan mengajukan seputar peralihan hak yang dimaksud
2. Mengajukan permohonan ambil kredit untuk kemudian nantinya akan berperilaku sebagai Debitur baru menggantikan posisi penjual sebagai Debitur lama.
3. Dalam hal kredit disetujui oleh BTN (sesudah diteliti persyaratannya), karenanya pembeli akan berperilaku sebagai Debitur baru menggantikan posisi penjual sebagai Debitur lama. Pembeli akan menanda-tangani Perjanjian Kredit baru atas namanya, berikut sertifikat jual beli dan pengikatan jaminan (SKMHT)

Kelebihannya dari Alih Debitur lewat BTN segera yakni:
a. Akta telah bisa di balik nama ke atas nama pembeli, meskipun masih konsisten di jaminkan ke BTN dan baru bisa diambil sesudah kredit dilunasi.
b. Pembeli bisa mencicil ke BTN atas namanya sendiri.

Adapun Kelemahannya yakni:
a. Pelaksanaan pengajuan sebagai Debitur di BTN lebih kompleks
b. Memakan waktu lebih lama (sebab wajib diteliti oleh analys kredit mereka)
c. Ada kemungkinan ditolak untuk debitur substitusi oleh pihak BTN
c. Tarif untuk alih Debitur lazimnya relatif lebih mahal, sebab wajib lewat prosedur layak dengan kebijaksanaan dari masing-masing Bank

B. PENGOPERAN HAK ATAS TANAH DI HADAPAN NOTARIS

Kecuali pengerjaan Rumah Over Kredit lewat BTN secara segera dengan sistem ”Alih Debitur” hal yang demikian, ada pengerjaan lain yang cukup aman untuk dijalankan, meskipun tak sesempurna alih debitur secara segera, yakni pengoperan hak atas tanah dan bangunan dengan mengaplikasikan sertifikat Notaris.

Mekanismenya Rumah Over Kredit yakni sebagai berikut:
1. Penjual dan Pembeli datang ke Notaris dengan membawa peralatan berkas sebagaimana diuraikan di bawah ini.
2. Dibuatkan sertifikat Pengikatan Jual beli atas pengalihan hak atas tanah dan bangunan yang dimaksud berikut Surat Kuasa untuk melunasi sisa kreditan dan kuasa untuk mengambil akta.
3. Penjual menanda-tangani surat pemberitahuan terhadap BTN seputar peralihan hak atas tanah yang dimaksud, yang intinya semenjak pengalihan ini, meskipun kreditan dan akta masih atas nama penjual, namun sebab haknya telah beralih karenanya penjual tak mempunyai hak lagi untuk melunasi sendiri dan mengambil autentik akta yang berkenaan pada BTN.
4. Sesudah salinan sertifikat selesai, penjual bersama-sama dengan pembeli mempersembahkan terhadap BTN salinan sertifikat-sertifikat sebagaimana dimuat pada point 2 hal yang demikian berikut surat yang dimaksud pada point 3

Kelebihan dari pengerjaan Rumah Over Kredit dengan mengaplikasikan sertifikat notaris yakni Pengerjaannya lebih gampang dan pesat, dan tarif relatif lebih murah.
Walaupun kelemahannya yakni:
a. Akta masih atas nama penjual dan masih di jaminkan ke BTN
b. Pembeli mencicil ke BTN atas nama penjual.
c. Kalau peralihan hak ini tak diberitahukan terhadap BTN (sebagaimana point 4), kemungkinan terburuknya Penjual dapat sewaktu-waktu melunasi sendiri ke BTN dan mengambil autentik akta tanah dan bangunan yang telah dialihkan. Oleh sebab itu, dalam melakukan alih debitur dengan mengaplikasikan sertifikat Notaris mesti dilanjutkan dengan pemberitahuan terhadap pihak Kreditur.

Meskipun terdapat sebagian kelemahan (yang dapat dijembatani), pengoperan kredit dengan mengaplikasikan sertifikat Notaris konsisten saja jauh lebih aman dibandingi oper kredit dengan hanyak mengaplikasikan surat pengalihan di bawah tangan, atau pun tanpa mengaplikasikan surat apa saja (cuma kwitansi). Sebab dengan adanya sertifikat Notaris hal yang demikian dan bukti surat pemberitahuan, karenanya pada dikala pelunasan nantinya pihak pembeli bisa mengambil autentik akta dengan membawa bukti berupa sertifikat Notaris yang telah ditanda-tangani sebelumnya oleh kedua belah pihak.

Sebagai penutup, perlu aku sampaikan bahwa oper kredit dengan mengaplikasikan sertifikat Notaris hal yang demikian cuma dibisa di lakukan 1 kali saja. Artinya cuma dari pemilik asal terhadap pembeli pertama. Bila pembeli pertama akan mengoperkan lagi rumah hal yang demikian, karenanya pembeli pertama hal yang demikian wajib bisa menghadirkan pemilik asal untuk bisa dibuatkan transaksi baru.

CATATAN:

Data Membuat dibutuhkan Untuk Obyek sertifikat pengoperan Asli atas Rumah yang masih dalam pengerjaan kredit di bank yakni:

A. Data Sertifikat jual beli (tanah/bangunan)
1. Foto copy Perjanjian Kredit dan surat penegasan perolehan kredit
2. Foto copy akta (yang berisi keterangan /stempel pihak bank bahwa tanah dan bangunan hal yang demikian sedang dijaminkan pada bank berkenaan)
3. Foto Copy IMB
4. Foto copy SPPT PBB 5TH terakhir yang telah dilengkapi dengan bukti lunasnya (STTS)
5. Print out bukti pembayaran kreditan yang terakhir sebelum dikerjakan oper kredit
6. buku tabungan yang diaplikasikan untuk pembayaran kreditan

B. Data Penjual & Pembeli:
a.1. Copy KTP suami isteri
a.2. Copy Kartu keluarga
a.3. Copy Nikah
a.4. Copy Keterangan WNI atau ganti nama (seandainya ada, untuk WNI keturunan)

Sudahkah Anda merasa aman bertransaksi Rumah Over Kredit?

Tags:

  • Show Comments (4)

Your email address will not be published. Required fields are marked *

comment *

  • name *

  • email *

  • website *

Ads